Feeds:
Posts
Comments

Feel free to download. Below is the preview of the document :

Melalui Dharmadesana Mahaguru Lu di LCS Seattle (di Sadhana Yidamyoga Ksitigarbha 3 Februari 2024 penanggalan lokal Seattle), ada topik tanya jawab yang menanyakan apakah saat membaca sutra harus sambil memikirkan artinya, dan sambil diresapi maknanya? Mahaguru menjawab, kalau saat membaca ya fokus di baca saja (mengacu ke saat sedang bersadhana atau di pembacaan sutra di vihara). Boleh mengatur waktu senggang lain yang dikhususkan untuk meresapi maknanya. Karena harus fokus, jadi jika sambil dipikirkan maksudnya apa, ujung-ujungnya jadi tidak fokus dalam pembacaan. Selain itu, tidak semua Sutra mudah dipahami. Jadi, membaca adalah membaca, merenungkan adalah merenungkan, itu adalah dua hal yang berbeda. Atur waktunya untuk fokus ke salah satu saja.

Sutra versi ini khusus disusun untuk membantu pembacaan agar dapat berlangsung lancar (setidaknya mengurangi beban dalam memikirkan “huruf ini harusnya dibaca sebagai apa, bagaimana bunyinya”)

Di bagian mandarin juga sudah ditambahkan mantra pembalas jasa orang tua, mantra penambal kekurangan, mantra paripurna, mantra Sukhavati Vyuha Dharani, mantra Tujuh Buddha masa lampau. Selain itu juga ada penjelasan di dalam Sutra tentang penerima penyaluran jasa kebajikan hanya mendapatkan 1/7 bagian, sedangkan pelaku kebajikan tetap akan mendapatkan 6/7 bagian (lebih jelasnya bisa dilihat di bagian terjemahan Indonesia, sudah digaris bawahi dan dicetak tebal di sana).


(Disadur dari Buku Karya Shengyen-Lu ke-34 — “Rahasia Tumimbal Lahir”)

Judul asli: 自杀绝非解脱 (节录自莲生活佛卢胜彦文集第34册 “轮回的秘密”)

Diterjemahkan oleh: Meilinda Xu

Pada suatu hari, ada tiga teman baik dari Taipei yang datang berkunjung. Salah satu di antaranya membawa serta seorang rekan kerja wanita. Hubungan mereka berdua bagaikan api yang membara, sekental teh yang kaya rasa. Rekan wanita tersebut masih sangat belia, kira-kira dua puluh lima tahun. Saat sesi perkenalan, ternyata ia bermarga Zhu, bernama Li. Marga dan namanya hanya dua kata, sangat mudah diingat. Perawakan Zhuli sangatlah anggun, rambutnya halus dan panjang, tutur katanya sopan dan kalem, memiliki aura kawula muda, memancarkan pesona gadis muda yang spesial dan menawan. Dari tingkah laku dan ucapannya, saya berpendapat bahwa teman baik saya ini sangat pandai dalam menjatuhkan pilihannya, karena Zhuli adalah seorang wanita yang memiliki keanggunan dan aura elegan yang mendalam.

Kami semua duduk mengobrol santai di ruang tamu saya. Suasananya sangat menyenangkan dan membaur. Setelah beberapa lama, saya menyadari bahwa ada yang aneh dengan Zhuli, karena jarinya menekan kepalanya, dan wajahnya dari merah merona berubah menjadi pucat pasi. Raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedikit kesakitan dan kesadarannya menurun. Ia bahkan tidak mengikuti topik obrolan kami. Ia mendadak jadi pendiam sehingga kami semua melihat ke arahnya. Kelihatannya ia sudah tidak mampu menahan rasa sakitnya, sekujur badannya mulai gemetar.

“Zhuli, ada apa?” teman baik saya bertanya dengan cemas.

Ia menggelengkan kepalanya, tidak mampu berbicara. Kami menyadari bahwa kondisinya tidaklah baik. Kami bersiap-siap untuk mengangkatnya ke dalam kamar dan memberikan pertolongan darurat. Saya ingin menelepon teman saya yang berprofesi sebagai seorang dokter untuk datang memeriksanya. Di saat inilah, tiba-tiba kondisi Zhuli membaik, ia meluruskan pakaiannya dan duduk dengan tegak, tangannya tidak lagi menekan kepalanya. Sepasang matanya memancarkan sejenis cahaya yang aneh. Cahaya ini sangat unik, warnanya kebiru-biruan, dan bergemerlapan.

“Lu Shengyen, apakah kamu masih mengenali saya?” mendadak kata-kata ini keluar dari mulut Zhuli, membuat kami semua merasa tercengang.

“Ada apa, Zhuli?” teman baik saya menjadi lebih panik.

“Saya bukan Zhuli, nama saya adalah Ou Xiuluan. Tuan Lu, saya adalah Ou Xiuluan! Saya pernah membaca banyak buku karya Anda tentang roh. Oleh karena itu, saya mondar-mandir dua puluh empat jam di depan pintu rumah Anda, tidak dapat masuk ke dalam rumah Anda. Hari ini akhirnya saya menemukan satu kesempatan, gelombang arwah nona Zhuli ini dekat dengan gelombang arwah saya, sehingga saya dapat menempeli dirinya dan masuk melewati pintu rumah Anda. Tuan Lu, Anda adalah orang yang bermaitri karuna, mohon jangan diambil hati.”

Saat mendengar kata-kata ini, kami berempat kaget setengah mati hingga hampir kabur keluar rumah. Teman baik saya terus-menerus menggosok-gosokkan kedua tangannya dan berujar tanpa henti, “Bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini? Kenapa bisa jadi begini.”

Saya terlebih dahulu menenangkan mereka bertiga, sambil menjelaskan bahwa ini adalah gejala “ditempeli arwah”. Jangan panik, biarkan saya yang menanyainya. Mengenai menyelesaikan permasalahan yang seperti ini, saya adalah orang yang berpengalaman.

“Nona Ou Xiuluan, kenapa Anda bisa meninggal?”

“Meminum racun membunuh diri.”

“Mengapa anda bunuh diri dengan meminum racun?”

“Terbelenggu oleh masalah asmara.”

“Sekarang Anda datang mencari saya, ada tujuan apa? Harusnya Anda mengerti tata krama, mana bisa suka-suka menempeli tubuh teman saya. Jika ia menjadi sakit pikiran karena hal ini, dosa Anda tidaklah ringan.”

“Maafkan saya, Tuan Lu, saat saya masih hidup, saya pernah membaca buku Anda. Setelahnya saya dicampakkan oleh pacar saya, sakitnya tak tertahankan hingga saya meminum racun membunuh diri agar dapat terlepaskan dari penderitaan tersebut. Setelah meninggal, arwah saya tidak ada sandaran dan pegangan. Derita akibat meminum racun selamanya muncul di depan mata saya. Saya menyesal, saya tidak seharusnya membunuh diri. Karena, bunuh diri tidak hanya tidak dapat menyelesaikan penderitaan, malah deritanya menjadi berlipat ganda, karena sensasi sakit yang timbul saat menelan racun tersebut harus dirasakan kembali, setiap hari diulangi sekali. Karena inilah, saya terlunta-lunta datang dari nun jauh hingga kemari, bergentayangan di depan pintu rumah Tuan, tertahan di luar pintu. Kesempatan hari ini sungguh langka, saya terpaksa menerobos bahaya. Hari ini saya berharap Tuan dapat berbelaskasihan menolong menyeberangkan saya, agar saya dapat meninggalkan alam penderitaan ini.”

“Apakah penderitaan setelah meninggal karena bunuh diri lebih berat daripada penderitaan saat masih hidup?”

“Lebih berat dari penderitaan semasa hidup sebanyak ratusan kali lipat, ribuan kali lipat, jutaan kali lipat. Di saat yang bersamaan, arwah yang mati bunuh diri akan dihina di kota arwah mana pun ia berada. Tuan Lu, mohon Anda mengabulkan permohonan saya, tolong seberangkan saya,” ia hampir meneteskan air mata.

“Baiklah! Saya berjanji pada Anda, saya akan melakukan semampu saya. Sekarang, mohon agar Anda segera meninggalkan tubuh Zhuli, untuk mencegah akibat Anda ‘merasuki’ dirinya terlalu lama, ia menjadi tidak mampu menahan beban ini. Segeralah pergi, segeralah pergi.”

Setelah beberapa saat, sepasang mata Zhuli kembali tertutup, badannya lunglai dan jatuh ke sofa, sekujur tubuhnya sama sekali tidak ada energi, kepalanya berat dan pusing. Kira-kira setengah jam kemudian, setelah meminum teh, ia pun berangsur-angsur kembali normal; kami menanyai dia kejadian yang tadi, ia mengatakan bahwa ia hanya merasakan kepalanya sangat sakit dan sangat pusing, kemudian ia tertidur, dan tidak tahu apa-apa lagi.

Melalui kejadian ini, terbuktilah satu kalimat di dalam Kitab Catatan Pengadilan Akhirat Menasihati Dunia sebagai berikut: “Jika ada manusia di bumi, melupakan bahwa Langit dan Bumi melahirkan manusia, dan juga budi besar orang tua yang membesarkan manusia, hidup di dunia namun belum membalaskan empat budi besar, tanggal kematiannya belum tiba, namun oleh karena ganjalan sepele hingga membunuh diri, menyayat diri sendiri atau menggantung diri, meminum racun atau menenggelamkan diri, dan yang sejenisnya, yang selain karena kesetiaan dan pengabdian diri demi kebaikan sehingga membunuh diri, dan yang selain mengorbankan nyawanya dalam kondisi krisis, manusia tidak boleh membunuh diri karena kebencian akibat masalah kecil, atau karena ingin melarikan diri dari hukuman pidana, atau pura-pura bunuh diri namun benar-benar meninggal, atau terpaksa bunuh diri karena dirundung kemiskinan dan penyakit yang menemui jalan buntu. Orang-orang yang demikian, setelah meninggal, arwahnya akan masuk ke neraka setan kelaparan dan kehausan, setiap hari pukul 19.00-23.00 akan dihukum mengulangi adegan kematiannya beserta penderitaan kematiannya satu kali, dan arwahnya akan menempel di tempat ia membunuh diri, sulit untuk terseberangkan.”

“Bunuh diri sama sekali bukanlah jalan pembebasan”, inilah artikel pertama yang saya tulis di dalam buku karya saya yang satu ini. Penulis dapat merasakan penderitaan hidup di dunia manusia, namun penderitaan hidup manusia tidak dapat diatasi dengan bunuh diri. Orang awam mengira bahwa segalanya tuntas setelah meninggal, kematian merupakan salah satu wujud pembebasan. Sebenarnya, pandangan seperti ini tidaklah benar. Bunuh diri tidak melahirkan pembebasan, dunia manusia memiliki syarat dan kondisi, tidaklah mudah melarikan diri darinya. Kita sebagai manusia yang hidup di dunia ini harus menghadapi kenyataan, jadilah seorang ksatria yang tidak menyerah walaupun diterjang cobaan bertubi-tubi.

Saya merasa bahwa saya memiliki tanggung jawab untuk menuliskan sebuah buku yang seperti ini, yang menjelaskan tentang ‘wajah asli dari tumimbal lahir’. Tujuan saya adalah menasihati umat manusia agar ‘hindari segala kejahatan, lakukan segala kebajikan’. Jika semua umat manusia di muka bumi ini dapat mengenali ‘tumimbal lahir’, maka di dalam hati seluruh umat manusia secara otomatis akan ada kesadaran akan kewaspadaan, setiap orang akan menjadi orang baik, sehingga tidak ada lagi orang jahat. Dengan demikian, ke atas akan selaras dengan niat Langit, ke bawah akan mengabulkan kehendak manusia. Bukankah dunia manusia akan berubah menjadi Sukhavatiloka?

Oleh karena ‘indera roh’ saya yang istimewa, saya memastikan bahwa selain tubuh jasmani, saya masih punya satu lagi yaitu ‘nyawa roh’ yang sejati. Nyawa saya yang sejati didasarkan pada ‘Dia’ sebagai pusatnya, untuk mengembangkan untaian tulisan yang bermakna di dalam kehidupan manusia. Oh, semoga! Semoga manusia di muka bumi ini dapat memahami jerih payah saya dan ketulusan hati saya. Dengan demikian, saya sudah puas! Biarlah kuas gundul saya ini mengupas habis asal muasal kehidupan, memasuki rintangan hidup dan mati, alam tumimbal lahir, untuk menguak satu demi satu rahasia yang tersembunyi ini!

Kucing Aneh


Ada seorang siswa Malaysia bernama Lianhua Minglou yang tinggal di pedesaan. Ia bersama-sama dengan rombongan umat datang ke Vihara Vajragarbha Taiwan untuk pertama kalinya.

Ia juga pertama kalinya bertemu dengan Mahaguru Lu, ia baru bersarana di upacara akbar yang diselenggarakan di Malaysia National Stadium di Malaysia.

Saat berada di Vihara Vajragarbha Taiwan, setelah ia selesai menghadiri upacara apihoma.

Ada orang yang menyuruhnya agar tetap tinggal untuk menerima pemberkahan jamah kepala.

Ia bertanya,

“Apa gunanya pemberkahan jamah kepala?”

Orang tersebut menjawab,

“Dapat mengikis penyakit! Dapat mengikis karmawarana (rintangan karma)!”

Oleh sebab itu, ia pun tetap tinggal di sana, karena ia sudah lebih dari sepuluh tahun menderita “sakit pinggang”.

Sudah berkeliling mencari dokter, namun masih belum sembuh juga.

Saat tiba giliran saya untuk menjamah kepalanya, ia berkata,

“Pinggang saya sakit, mohon Mahaguru menjamahnya sebentar!”

Saya menepuk pinggangnya sekali.

Kemudian, saya melihat sesosok wujud hitam melompat keluar dari pinggangnya. Belum sempat saya mengamati wujud apa itu, wujud itu sudah hilang.

Saya juga tidak berkata apa-apa, dan melanjutkan pemberkahan jamah kepala ke umat selanjutnya.

Di siang hari kedua.

Kebetulan, grup merekalah yang mendapatkan giliran mentraktir saya makan siang.

Lianhua Minglou menyampaikan di meja makan,

“Kemarin malam saya memimpikan kedatangan Mahaguru Lu, Mahaguru memberikan pemberkahan jamah pinggang untuk pinggang saya yang sudah sakit selama sepuluh tahun lebih.”

“Setelah mengeluarkan tenaga yang sangat banyak, pada akhirnya Mahaguru berhasil menarik sebuah ekor hitam, kemudian keluarlah sesosok wujud hitam sebesar keranjang, kemudian keluar lagi sebuah kepala. Gigi-gigi milik kepala itu terlepas dan masih tertancap di pinggang saya.”

“Terakhir, Mahaguru Lu mencabut gigi tersebut satu persatu, terutama kedua gigi taring yang sangat panjang, menghujam jauh ke dalam daging, Mahaguru Lu menarik gigi tersebut keluar dari dalam daging.”

“Saat saya melihat seluruh barisan gigi seputih gading tersebut, saya sangat ketakutan.”

“Kemudian, Mahaguru Lu melemparkan hewan aneh itu keluar dari jendela.”

“Setelah itu saya kemudian terbangun. Mimpi ini sangatlah jelas dan terasa nyata, juga sangat menakjubkan.”

Ia berkata,

“Pagi ini saat saya bangun, pinggang saya yang telah sakit sepuluh tahun lebih ternyata telah sembuh total, sekujur tubuh saya sangat ringan, belum pernah saya merasa senyaman ini.”

“Terima kasih, Mahaguru Lu!”

Lianhua Minglou mengatakan:

Ia ingat saat dirinya berusia dua puluh tahun, ia naik gunung untuk mencari pekerjaan, dan ia membawa serta sebilah pisau sabit.

Saat melalui sebuah jalan setapak kecil di pegunungan yang dipenuhi semak belukar, secara mendadak ia diterjang oleh sebuah sosok hitam.

Ia memfokuskan pandangannya, ternyata itu adalah seekor kucing hitam yang agak besar berwarna hitam legam, kedua matanya bersinar kehijauan, ia memamerkan taring seputih gading, kemudian mengeluarkan cakarnya yang kokoh dan menerjang dengan sekuat tenaga.

Lianhua Minglou tidak sempat bereaksi, secara refleks ia menebaskan sabitnya, mengenai perut kucing aneh tersebut.

“Miauw!!!”

Kucing tersebut bersuara aneh, kemudian lanjut menyerang dan menggigit.

Lianhua Minglou lanjut menebaskan sabitnya beberapa kali, hingga kepala kucing aneh tersebut terpenggal.

Lianhua Minglou berkata,

“Apakah arwah kucing aneh ini menggentayangi dan menempel di tubuh saya, dan mengakibatkan saya menderita sakit pinggang selama sepuluh tahun lebih?”

Saya mengatakan:

Semua hal ada hukum karmanya.

Namun seekor kucing aneh menyerangmu, adalah normal jika kamu bereaksi seperti ini.

Harus menyalahkan siapa?

Saya tidak tahu bagaimana menghitung jodoh sebab akibat karma ini.

Namun:

Bersarana kepada Tantrayana Satya Buddha.

Pihak penagih utang terbebaskan, juga merupakan sebuah maha keberuntungan.

——Disadur dari Buku Living Buddha Liansheng Rinpoche ke-242 “Collection of Unbelievable Tales

Cara membeli buku cetak karya Living Buddha Rinpoche Liansheng Shengyen-Lu:

Versi Traditional Mandarin:

Pembaca di Taiwan dapat mengakses

Website toko buku Bokelai博客來 https://is.gd/s1KJac

Website toko buku Jinshitang金石堂 https://is.gd/RUjA5K

dan berbagai toko buku online dan toko buku besar.

Pembaca di Singapura dapat menghubungi新加坡地區讀者可電洽【Toko Aksesoris Tantra Tibet Lianqun翔群藏密佛具用品】, Saluran telepon:6254-2213;Alamat: 149 Rochor Road #02-01 Singapore 188425

atau mampir di Vihara Vajragarbha Singapore 新加坡雷藏寺untuk membeli.

Pembaca di Indonesia dapat membeli di PT. Budaya Daden Indonesia (http://www.tokopedia.com/dadenindonesia)

Pembaca di negara lainnya dapat membeli di Toko Buku Bokelai博客來, Vihara Tantrayana Satya Buddha di masing-masing tempat, atau langsung menghubungi publisher@tbboyeh.org untuk memesan.

Versi Simplified Mandarin dan Traditional Mandarin:

Dapat dibeli di Yifu Culture Malaysia (https://www.yifuculture.com/) atau langsung menghubungi publisher@tbboyeh.orguntuk membeli.

Kami menyambut kedatangan Anda di website perpustakaan online Tbboyeh「真佛般若藏」dan mendaftar menjadi member, baca gratis buku karya Living Buddha Liansheng Rinpoche: https://www.tbboyeh.org

……………………………………………………………

Kami menyambut donasi Anda kepada Shengyen-Lu Foundation: https://www.facebook.com/SYLFoundation

Kami menyambut Anda berkunjung ke website True Buddha School Foundation: https://tbsfoundation.com/tbsbn/

Kami menyambut Anda berkunjung ke website Lotus Light Charity Society:https://www.lotuslight.org.tw/

——————————————————————————————————-

【妖貓】

有一位馬來西亞住在鄉間的弟子「蓮花明樓」,第一次隨眾至台灣雷藏寺。

他也是第一次見到盧師尊,在馬來西亞「太子體育館」大法會時,才皈依的。

在台灣雷藏寺,參加「火供」之後。

有人要他留下摩頂。

他問:

「摩頂有何好?」

人答:

「可除病!除障礙!」

於是他就留了下來,因爲他的「腰痛」已十多年了。

看遍醫師,始終未好。

我摩頂到他的時候,他說:

「我腰痛,請師尊摩一下!」

我打了一下他的腰。

即見從其腰間,跳出一團黑物,我來不及看是什麼,便消杳不見。

我也不說什麼,便順著人群,摩頂下去。

第二天中午。

剛好是他們這個圑隊,供養我午餐。

「蓮花明樓」在餐桌上說:

「昨夜夢盧師尊至,爲我加持我的腰痛,我腰痛十多年了。」

「盧師尊好像費了好大的力氣,才拉出一條黑色的尾巴,尾巴接著一隻龐大的黑物,接著拉出一個頭,那頭的牙齒,竟還咬住我的腰。」

「最後,盧師尊把那東西的牙齒,一顆一顆的掰開,尤其那兩隻犬齒,長長的,深入肉中,盧師尊將犬齒由肉中抽出。」

「我看見了全部白森森的牙齒,相當的驚怖。」

「接著,盧師尊將怪物,拋了出去,拋到窗口外。」

「如此才醒了過來,這個夢,又眞實,又奇妙。」

他說:

「今早起床,十多年的腰痛全好了,全身完全輕鬆,未曾有如此舒暢過。」

「謝謝盧師尊!」

蓮花明樓說:

他記得二十多歲時,上山去打工,隨身帶著鐮刀。

經過一條小山路,長滿了蔓草,突然有一隻黑物向他侵襲。

他定睛一看是一頭全身黑絨絨的巨大怪貓,兩隻綠光的眼,露出白森森的犬齒,又其手爪甚有力。

他來不及反應,只順手將鐮刀揮去,就把怪貓割破肚腸。

「喵!」

一聲怪叫,又咬上來。

他接連幾刀,把怪貓的頭,砍了下來。

蓮花明樓說:

「是不是被這隻怪貓的魂,纏上了身,害得腰痛十多年?」

我說:

凡事皆有因果存在。

但一隻怪貓侵襲你,你有這種反應也是正常的。

到底應該怨誰?

我不知因緣果報應該是如何算才是。

但:

皈依眞佛宗。

冤家得解,也是大幸。

——蓮生活佛第242冊文集《怪談一篇篇》

…………………………………………………………

蓮生活佛盧勝彥文集紙本購書方式:

繁體中文版:

台灣地區讀者可向

博客來 https://is.gd/s1KJac

金石堂 https://is.gd/RUjA5K

各大網路書店及門市訂購。

新加坡地區讀者可電洽【翔群藏密佛具用品】聯繫電話:6254-2213;地址149 Rochor Road #02-01 Singapore 188425

或至雷藏寺新加坡訂購

印尼地區讀者可向印尼一燈文化(http://www.tokopedia.com/dadenindonesia)訂購

其他海外地區讀者可向博客來、各地真佛宗道場,或直接以 publisher@tbboyeh.org訂購。

簡體、繁體中文版:

可向馬來西亞一福文化(https://www.yifuculture.com/)或直接以publisher@tbboyeh.org訂購。

歡迎到「真佛般若藏」加入會員,免費閱讀蓮生活佛文集:https://www.tbboyeh.org

……………………………………………………………

歡迎資助盧勝彥布施基金會:https://www.facebook.com/SYLFoundation

歡迎瀏覽「世界真佛功德總會」網站:https://tbsfoundation.com/tbsbn/

歡迎瀏覽「華光功德會」網站:https://www.lotuslight.org.tw/


Ketika saya tinggal di Zhen Fo Mi Yuan, sering pergi ke Danau Sammamish, danau ini merupakan danau kedua terbesar di Washington D.C..

Saya pernah menulis sebuah buku, The Inner World of the Lake, yang menceritakan pelbagai kisah tentang danau tersebut.

Suatu ketika.

Saya berjalan sampai dermaga dari sebuah taman kecil, ada kayu yang mengapung di dermaga, bertebaran di atas danau.

Setelah dekat, terlihat rumput di dasar danau, di atas rumput ada ikan yang berenang kesana kemari. Selama ini saya suka melihat ikan berenang, ikan selamanya gembira, hatiku juga ikut gembira.

Tiba-tiba, seakan terlihat dari dasar danau pelan-pelan muncul sepasang mata yang menatap saya.

Di atas mata ada alis, ada hidung, ada bibir tebal, seluruh wajah brewokan.

Saya terkejut, sebelumnya saya sangka hanya khayalan.

Saya mengarahkan pandangan ke pepohonan di taman, berpindah ke pegunungan di seberang sana, kemudian pandangan kembali kuarahkan ke dasar danau.

Oh my God! Selembar wajah itu masih ada, sepasang matanya masih melotot ke saya, menatap kesana kemari.

Di bawah air ada selembar wajah, tidakkah aneh!
Akhirnya, saya bermeditasi di bawah pohon besar tepi danau.

Ada seseorang menghampiri, si tamu aneh berjenggot lebat tadi, dia bertanya,
“Anda bisa melihat saya?”

“Bisa.” Jawabku.

Dia berkata, “Saya melihat pandangan mata anda berbeda dengan orang lain, di matamu ada sinar terang yang memancar, apakah mata bardo?
“Bukan, ini adalah Mata Langit”, jawabku.

Dia jelas sangat gembira, karena ada orang yang sanggup melihat dia, perilakunya sopan, kamipun berbincang –bincang. Katanya, pada suatu tahun dimana turun salju yang sangat lebat, jalan menurun dan sewaktu mengerem mobilnya tergelincir masuk ke dasar danau. Jadilah dia hantu air.

Dia bertanya kepada saya, “Takutkah kepada hantu air?”

“Saya orang yang melatih diri, tidak takut.” Jawabku.

Dia tertawa lebar!

Lanjutnya, setelah meninggal barusan tahu ternyata ada banyak hantu air di danau Sammamish. Para hantu melihat perawakannya gagah, mendorong dia untuk menjadi raja hantu. Tak lama kemudian dia lantas menjadi pemimpin dari para hantu air di danau Sammamish.
Ada suatu tahun, sama seperti dulu turun salju lebat, juga ada sebuah mobil yang terjun ke dalam danau. Para hantu bersukacita ada hantu baru yang bergabung. Tiba-tiba Raja Hantu timbul belas kasihannya yang besar.

Raja Hantu memerintahkan para hantu memegang mobil yang sedang tenggelam, lantas membuka pintu mobil, sehingga orang yang di dalam bisa keluar, dan membantunya berenang ke tepian, orang itu secara ajaib berhasil selamat.

“Rupanya anda juga mempunyai hati welas asih!” Kataku.

“Hantu juga ada yang tidak mencelakai orang lain.” Katanya, kemudian lanjutnya, “Saya rasa sangat bagus berbuat demikian, berturut-turut menolong orang dalam jumlah yang tidak sedikit. Kemudian langit pun mengetahuinya, dari Raja Hantu saya berubah menjadi Dewa Air.”

Saya mengucapkan selamat kepadanya.

Kataya, dia juga mempunyai sinar, bisa terbang, walaupun hanya Dewa Air, juga bisa berkelana dalam dunia manusia.

Saya bertanya, “ Masih adakah keinginan anda menjadi manusia?”

Jawabnya, “Manusia! Yang penolong, kurang, yang suka mencelakai orang, banyak, tidak ingin menjadi manusia.”

Setelah mendengar jawabannya, “Mau tak mau menghela nafas juga!”

Tulisan ini dikutip dari karya tulis Sheng-yen Lu ke 226, “Mengetuk Pintu Hatimu.” 敲開你的心扉


007 一心不乱的大益

From B260 天上的钥匙 – Key of Dharma Realms《Kunci dari Langit》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Dalam Sutra Amitabha, untuk mencapai Alam Suci Buddha, seseorang harus melafal nama Buddha “sepenuh hati tanpa ada kegalauan”. saat ini, Trini-Arya Sukhavatiloka : Amitabha Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva, dan Mahasthamaprapta Bodhisattva akan muncul di hadapan, menjemput insan yang percaya untuk terlahir di Alam Suci.

Inilah manfaat dari “sepenuh hati tidak galau”.

Wajib mampu.

Wajib mampu.

Coba anda pikirkan, saat sudah hampir mencapai ajal, kemampuan kelima indera akan menjadi kacau, pikiran acak akan terus timbul di dalam hati dan terus mengganggu.

Hendak “sepenuh hati tidak galau” pun sangatlah susah!

Namun, asalkan anda berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh di kehidupan sehari-hari hingga memiliki fondasi, saat ajal akan tiba : renungkan Mulayidam anda.

Mulut menjapa “Mantra Mulayidam”.

Tidak terpengaruh oleh gangguan dari lingkungan sekitar anda.

Senantiasa “sepenuh hati tidak galau”, Mulayidam muncul di hadapan, saling menyatu, secara alami Buddhata mekar menampakkan diri.

Inilah manfaat terbesarnya.

Sebenarnya, saat sadhaka berada di dunia, hendaknya hidup sederhana, nafsu keinginan sebisa mungkin dikurangi hingga sesedikit mungkin.

Tuntaskan gangguan yang ada dalam hubungan dengan orang lain.

Tuntaskan dilema perasaan.

Hindari gosip dan perdebatan.

Paling bagus tinggallah di tempat yang mendukung agar lebih mudah memasuki keheningan batin seperti di arama vihara, di atas gunung, atau di tempat yang sepi dan tentram.

Seperti :

Melatih bertapa menyepi di pegunungan.

Petapa sejati menyepi di perkotaan.

Maksud dari kedua kalimat ini adalah, setelah mampu “hati berdiam di satu tempat”, “sepenuh hati tidak galau”, maka akan dapat turun gunung menyeberangkan insan.

Seperti :

“Hidup sederhana memejamkan mata namun dalam hatinya paham, tidak terganggu oleh setiap objek barulah damai.”

“Menjaga hati tetap kokoh adalah kebenaran dari kebenaran, hidup sederhana di kefanaan hingga tertanam dalam karakter.”

Manfaat dari “sepenuh hati tidak galau” sangatlah besar!

Mampu menjaga inti.

Mampu mengarahkan prana.

Mampu memunculkan Buddhata.

Mampu bahagia.

Mampu memperpanjang umur.

Mampu menjadi sehat.

“sepenuh hati tidak galau”, “memfokuskan hati pada satu tempat”, “menjaga kesadaran pada satu pikiran”, semuanya adalah satu kesatuan.

Dari segi batiniah :

Dapat menyatu dengan Tao.

Dapat mencapai yoga dengan Mulayidam.

Dapat terhubung dengan dewata.

Dapat terhubung dengan hantu.

Dapat mencapai keberhasilan meditasi. Juga berarti dapat mencapai “Tak goyah (samadhi)”.

Latihan tiga tidak tiris dari Buddha Dharma :

Sila — sederhana.

Samadhi — sepenuh hati tidak galau.

Prajna — memahami hati menyaksikan Buddhata.

Lagi :

“Hidup sederhana tanpa nafsu keinginan menumbuhkan karakter Buddha, sandang pangan prana dan batin dapat senantiasa tercukupi.”

Lagi :

“Sadhaka sejati mampu menyembunyikan cahayanya, sukha dari tiga dantian diperoleh dari menyepi, mengapa tidak menyepi melatih jasmani dan rohani, sadhaka sejati hambar pada godaan duniawi, memasuki penyepian di gunung mengapa masih susah melepas dan mengikhlaskan, gejolak duniawi penuh dengan bau tidak sedap.”

Pengalaman pribadi saya, asalkan manusia berlatih hingga mencapai “sepenuh hati tidak galau”, secara alamiah semuanya akan manjur. Saya dapat saling berkontak dengan Mulayidam, Arus Dharma turun dari angkasa, memenuhi diri saya, saya mampu membuktikan :

Tanah — kokoh.

Air — bersih jernih.

Api — cahaya terang.

Angin — daya perubahan.

Yang disebut dengan bhavana (melatih diri), saya pribadi terlebih dahulu melatih Sila, kemudian melatih Samadhi. Asalkan dapat tak goyah, prajna akan datang dengan sendirinya.

Siswa luhur!

Bisakah?

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**